


Dia memanggil "Pulang"

Nama: Camelia
Pengajian: Sains Fizik
Universiti: Universiti Sains Malaysia

"Anu.. Takda kawan saya. Berkurung di bilik sajalah saya."
Shalom, saya Challven. Pada tahun 2021, saya melangkah ke USM seorang diri, tanpa keluarga di sisi,
di tengah-tengah suasana pandemik yang sunyi. Saat itu, hanya beberapa rakan dari KML yang saya kenali, namun saya tetap dihantui oleh ketakutan: bagaimana mungkin saya, seorang yang pemalu dan sukar bersosial, dapat bertahan?
Saya berdoa kepada Tuhan, merintih agar diberi kekuatan. Namun, jauh di dalam hati, saya merasa tidak mampu. Ketibaan saya di USM disambut dengan perasaan kosong, tetapi dalam kesunyian itu, Tuhan membuka pintu yang tidak pernah saya bayangkan.
Saya bertemu dengan beberapa senior yang memperkenalkan diri mereka dari CLC. Pada awalnya, saya bingung—mengapa mereka sering bertanya, “Kamu okay?” Hari demi hari, mereka menyapa, mengingatkan untuk berdoa, berbicara tentang firman Tuhan, dan menunjukkan perhatian yang luar biasa. Mereka mengundang saya untuk makan, riadah, dan berkongsi waktu bersama. Perlahan-lahan, kehangatan kekeluargaan ini mulai menyentuh hati saya yang gersang.
Sebulan kemudian, saya tersentak menyedari sesuatu: semua ini adalah jawapan kepada doa saya sebelum menjejakkan kaki ke USM. Melalui CLC, Tuhan membawa saya ke perjalanan baru—pelayanan. Walaupun saya tidak tahu apa-apa pada awalnya, mereka dengan sabar membimbing dan mengajar saya langkah demi langkah.
Hidup di USM tidak mudah, tetapi bersama CLC, saya menemukan tempat untuk bertumbuh, baik dalam iman mahupun dalam pengertian akan rencana Tuhan. Kekhawatiran saya di awal perjalanan kini digantikan dengan syukur yang mendalam.
Saya percaya, pertemuan saya dengan CLC bukanlah kebetulan, melainkan rencana Tuhan yang penuh kasih dan indah. Kesunyian saya digantikan dengan kekeluargaan. Kasih sayang Tuhan nyata melalui mereka, dan saya sangat bersyukur atas rencana-Nya.
Terima kasih, Tuhan untuk setiap langkah perjalanan ini.


.png)
